Cerita Dewasa – Nikmatnya Dientot Keponakan Sendiri

17779 views
 Agen Bola

Cerita Dewasa – Nikmatnya Dientot Keponakan Sendiri | Cerita seks yang berhubungan dengan saudara sendiri atau sedarah emamng sangat menarik ya, Nah Cerita Sex yang ingin aku ceritakan di sini merupakan kisah nyata yang ku alami 2 tahun yang lalu . Jadi begini ceritanya, aktu itu aku baru saja pulang kerumah sehabis kerja seharian. Dan kebiasaan burukku adalah selalu melepaskan semua pakaianku setelah aku masuk rumah.

 

Cerita Dewasa - Nikmatnya Dientot Keponakan Sendiri Cerita Dewasa - Nikmatnya Dientot Keponakan Sendiri Cerita Dewasa - Nikmatnya Dientot Keponakan Sendiri poy

Cerita Dewasa – Nikmatnya Dientot Keponakan Sendiri

Cerita Dewasa – Nikmatnya Dientot Keponakan Sendiri | Dan Biasanya juga aku suka mondar-mandir di dalam rumahdengan hanya hanya memakai bra dan celana dalam saja. Kemudian aku langsung mandi dan tanpa menutup pintu kamar mandiku dan setelah selesai mandi kemudian keluar kamar mandi  dalam keadaan telanjang bulat sambil mengeringkan rambutku dengan handuk.

Cerita Dewasa – Nikmatnya Dientot Keponakan Sendiri | Kalau sempat aku akan memakai celana dalam dan bra atau bahkan baju tidurku  yang transparant kainya dan sexy . Tapi kalau aku malas biasanya aku biarkan tubuhku telanjang bulat tanpa busana dan langsung nonto acara TV sambil bersantai untuk merilekkan tubuhku yang penat. Masih ada kebiasaanku yang tak lazim, Kadang sehabis nonton Tv aku langsung ketiduran…. Dan  Pernah juga aku tidur telanjang bulat tanpa memakai busana sama sekali.

Cerita Dewasa – Nikmatnya Dientot Keponakan Sendiri | Dua bulan yang lalu, aku kedatangan tamu dari Semarang. Tamu itu adalah keponakanku sendiri. Dan usianya a baru 17 tahun, dia anak dari kakak laki-lakiku yang paling bungsu. Dia datang di saat liburan sekolahnya. Aku sangat gembira sekali menyambutnya. Dia kusuruh tinggal di kamar sebelah kamar tidurku. Hari-hari awal semuanya berjalan seperti biasanya , tetapi satu minggu kemudian, ada yang sedikit ganjil.

Pakaian dalamku tiba-tiba sering kutemukan tidak pada tempat dan urutannya. Dan kadang-kadang sedikit tidak rapi. Ada timbul kecurigaan kalau keponakanku itu memainkan pakaian dalamku, sebab kalau tidak siapa lagi. pernah juga  ada pakaian dalamku yang hilang lalu besoknya sudah ditemukan kembali ditempatnya semula. Akupun  mulai merasa kalau keponakanku memiliki obsesi seks tentang aku.

Lalu pada suatu malam aku memutuskan untuk menguji keponakanku. Selesai mandi, akupun segera mengambil celana dalam g-stringku warna merah dengan renda-renda yang imut dasegera n sexy dan kukenakan. Setelah itu, aku memilih sebuah gaun malam berwarna pink dengan bahan sutra sifone.

Gaun malam itu semi transparan, jadi tidak akan transparan bila dilihat dari dekat, tetapi akan menampakkan lekuk tubuhku bila ada latar cahayanya. Panjang gaun malam itu hanya 10 cm dari selangkanganku Lumayan sexy kan .

Di bagian pundak hanya ada 2 tali tipis untuk menggantung gaun malam itu ke tubuhku. Bila kedua tali itu diturunkan dari pundakku, dijamin gaun malamku akan meluncur ke bawah dan menampakan tubuhku yang telanjang tanpa halangan.

Setelah itu, aku keluar ke ruang keluarga tempatku menonton TV dan segera duduk menonton TV. Mula-mula aku berusaha duduk dengan sopan dan berusaha menutupi selangkanganku dengan lipatan kakiku. Tak lama kemudian, keponakanku keluar dari kamarnya dan duduk di sebelahku. Sepanjang malam itu, kami berbincang-bincang sambil menonton TV, dan  aku tahu kalau dia diam-diam mencuri lihat ke arah tubuhku lewat sudut mataku.

Sesekali  aku menundukan badanku ke arah meja di depan seolah-olah mmengambil  sesuatu yang akhirnya mempermudah dia melihat payudaraku lewat leher bajuku yang longgar. Tak lama kemudian, aku mencoba lebih berani lagi. Akupun  segera mengubah posisi tempat dudukku sehingga kali ini pakaian tidurku bagian belakang rada tersingkap sambil  memperlihatkan pantat dan tali g-string di pinggangku.

Disitu  mataku aku bisa melihat kalau keponakanku tadi melihat bagian pantatku itu terus. Anehnya, aku mulai merasa terangsang. Mungkin ini akibat dari masa mudaku sebagai seorang eksibisionis Sejenak kemudian aku pergi ke kamar kecil. Sengaja pintu kamar mandinya  tidak kututup sampai rapat, jadi tetap menyisakan sedikit celah. Terlihat Dari pantulan tegel dinding, aku melihat bayangan keponakanku muncul di celah pintu dan segera mengintipku, walaupun saat itu aku membelakangi pintu.

Setelah itu, aku menundukan kepalaku, pura-pura konsentrasi pada g-stringku agar dia tidak kaget. Kemudian aku segera  membalikkan badanku, mengangkat gaun malamku dan menurunkan celana dalamku di depan matanya. Aku tahu kalau  sebetulnya banyak lelaki yang  menyukai momen disaat  perempuan mulai membuka pakaiannya.

Dan sambil tetap menunduk, aku berjongkok dan menyemburkan air kencingku. Aku yakin dengan posisi seperti ini, keponakanku ini sangat menikmati pemandangan vaginaku yang tengah  mengeluarkan air kencing. Hal Ini juga salah satu yang disukai kaum lelaki yaitu saat  melihat perempuan kencing. Setelah kencingku selesai aku kembali berdiri, membetulkan g-stringku lalu kuturunkan gaun tidurku.

Setelah itu, aku membalikan badanku lagi sambil membetulkan g-stringku bagian belakang. Sebetulnya aku memberikan kesempatan kepada keponakanku untuk pergi tapa terlihat aku. Benar saja, lagi-lagi dari pantulan tegel dinding aku melihat bayangan keponakanku menjauh ke arah ruang keluarga. Setelah semua selesai, aku kembali ke ruang keluarga dan berlagak seolah-olah tidak ada apa-apa.

Saat aku berjalan ke arah sofa, aku melihat kalau muka keponakanku merah, Dalam hatiku aku tertawa karena teringat masa laluku sebagai eksebisionis. Waktu itu, semua laki-laki yang memandangku saat aku sedang “Beraksi” juga memperlihatkan reaksi yang sama.

Untuk menghilangkan rasa gugupnya, aku melemparkan senyum kepadanya, dan dibalas dengan senyum yang kikuk. Setelah itu, aku kembali duduk di sofa dengan posisi yang lebih sopan dan melanjutkan acara nonton TV dan bincang-bincang kami. Tak lama kemudian, aku memutuskan untuk tidur, karena saat itu jam 11.30.

Saat di dalam kamar, aku membaringkan tubuhku di tempat tidur. Gaun malamku yang tersingkap saat aku naik ke tempat tidur kubiarkan saja sehingga memperlihatkan g-string yang kupakai. Tali gaun tidurku sebelah kiri merosot ke siku tangan juga tidak kuperbaiki sehingga puting payudaraku sebelah kiri nongol sedikit. Aku mulai menikmati kalau diintip oleh keponakanku di kamar mandi tadi. Mulai besok aku merencanakan sesuatu yang lebih enak lagi.

Keesokan harinya adalah hari Minggu, jadi besoknya aku bangun dengan posisi pakaian yang tidak karuan. Setelah membetulkan tali bahu gaun malamku, aku keluar kamar. Di luar kamar, aku bertemu dengan keponakanku yang sudah bangun. Dia sedang menonton acara TV pagi. Aku menyapanya dan segera di balas dengan sapaannya juga.

Setelah itu, aku mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi. Lagi-lagi pintu kamar mandi tidak kututup rapat. Seperti dugaanku, keponakanku kembali mengintipku. Aku kemudian membuka gaun malamku sehingga aku hanya mengenakan g-string.

Dan Gaunku itu kuletakan di tempat cucian. Setelah itu, dengan hanya memakai g-string, aku berdiri di depan wastafel dan menggosok gigiku. Saat menggosok gigi, payudaraku bergoyang-goyang karena gerakan tanganku yang menyikat gigi.

Keponakanku pasti melihatnya dengan jelas karena aku sudah mengatur posisi tubuhku agar dia dapat menikmati pemandangan ini. Setelah selesai, aku kemudian membuka g-stringku. Sementara g-stringku masih kupegang di tangan, aku kemudian kencing sambil berdiri. Air seniku kuarahkan ke lantai. Setelah itu, aku siram dan aku masuk ke tempat shower. Tempat shower itu sengaja tidak kututup juga.

Aku kemudian mandi seperti biasa, tetapi saat menyabuni badan, aku menyabuni dengan perlahan-lahan. Gerakan tanganku kubuat sangat sensual mungkin. Dan pada bagian payudara dan vaginaku kusabuni agak lama. Kubuat seolah-olah aku orgasme dan menikmatinya.

Setelah membilas badanku, aku masih melanjutkan acara mandi sambil diintip dengan mencuci rambut. Selesai semua itu, aku kemudian mengeringkan badan dan rambut, lalu melilitkan handuk di tubuhku. Sekilas disaat aku melihat dari pantulan tegel dinding kalau keponakanku sudah pergi. setelah aku kemudian keluar dari kamar mandi.

Saat keluar aku melihat keponakanku duduk di depan TV sambil menikmati acara TV. Aku tahu sebetulnya dia hanya pura-pura. Mukanya merah seperti kemarin sewaktu habis mengintipku kencing. Aku kemudian masuk kamar tidurku. Pintu kamar tidurku kali ini tidak kututup rapat pula dengan harapan keponakanku akan mengintip baju.

Lewat pantulan cermin di lemari pakaianku, aku melihat kalau bayangan keponakanku ada di depan pintu. Dia mengintipku lagi. Tetapi aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Kubuka lilitan handukku sehingga aku telanjang bulat. Setelah itu, aku ambil handuk untuk mengeringkan rambutku yang basah sambil menuju ke arah  meja riasku.

Di meja rias, aku mengambil blower sambil mengeringkan rambutku. Setelah itu, aku menuju ke lemari dan kemudian mengambil celana transparan yang berwarna putih. Setelah memakainya, aku kemudian mengambil sebuah strapless bra warna putih (bra yang tali bahunya bisa di lepas, Akan tetapi kali ini aku tidak melepasnya).

Dan  dengan kawat penyangga payudara di bagian bawah cupnya dan memakainya pula. Kemudian aku juga mengambil jubah pendek dari bahan katun berwarna pink dan kupakai. Setelah mengaitkan tali jubah itu ke pinggangku akupun segera  merapikan rambutku lagi sebelum keluar. Dari pantulan cermin itulah aku melihat kalau bayangan keponakanku sudah tidak ada.

Setelah itu, aku keluar kamar dan menyiapkan makan pagi untuk kami berdua. Kulihat keponakanku saat itu sudah di kamar mandi untuk mandi. Perkiraanku, di kamar mandi dia tidak cuma sekedar mandi, tetapi pasti menciumi gaun malam dan g-stringku sambil mastubasi membayangkan mencumbui badanku.

Aku tertawa dengan gelinya karena merasa berhasil mengerjai dan merangsang keponakanku. Saat aku membayangkan rasanya diintip saat mandi dan ganti baju, Tiba-tiba cairan kewanitaanku meleleh dan  mengalir dari sela-sela vaginaku. Ini pertanda aku juga terangsang.

Setelah makan pagi sudah siap dan keponakankupun sudah  selesai mandi, aku menyuruhnya untuk makan bersama. Dan saat makan, jubah satin yang kupakai melonggar di bagian leher, tetapi aku pura-pura cuek dan tidak tahu. Aku tahu kalau sebenarnya keponakanku itu memperhatikan bra yang terlihat karena pakaian yang kupakai bagian leher yang terus melonggar.

Setelah makan selesai, aku membereskan piring sementara keponakanku duduk di sofa membaca buku. Setelah aku merasa semua sudah beres, aku kemudian mengajaknya untuk jalan-jalan menikmati liburannya.

Sejak hari itu, aku selalu bermain kucing-kucingan dengan keponakanku. Kubiarkan dirinya mengintipku saat mandi, kencing atau ganti baju. Aku juga membiarkannya mencuri dan memakai pakaian dalamku sepanjang dia mengembalikannya baik ke lemariku maupun ke tempat cucian.

Aku pura-pura tidak tahu kalau dia melakukan semua itu. Hanya saat aku melakukan masturbasi saja yang tidak kubiarkan dia mengintip. Lagi pula biasanya aku melakukan masturbasi di malam hari saat hendak tidur. Sebetulnya ini karena aku malu menunjukkan kepadanya kalau aku sedang terangsang.

Aku sangat menikmati situasi ini sampai saat dia harus pulang kembali ke Semarang, aku mengatakan kepadanya kalau aku sangat menyukai perhatiannya. Maksudku adalah aku suka diintip olehnya. Entah dia mengerti maksudku atau tidak, tetapi dia juga mengatakan kalau dia sangat menikmati liburan ini.

Aku berharap untuk liburan selanjutnya, keponakanku mau datang lagi agar aku bisa menunjukan tubuhku lagi kepadanya.Pengalaman ini sungguh indah dan menyenangkan sekali, terutama bagiku, Dan jika  ada kesempatan lagi pasti aku ingin mengulanginya, karena kejadian itu aku punya kebiasaan baru yaitu aku suka jika ada orang lain mengintipku saat aku mandi .

Tags: #cerita daun muda #cerita dewasa #cerita selingkuh #cerita sex #cerita sex sedarah #cerita sex tante girang. #terbaru 2016

Tinggalkan pesan "Cerita Dewasa – Nikmatnya Dientot Keponakan Sendiri"

Penulis: 
    author